Aku bukan penggemar burung tetapi setiap mendengar cerita lawan-temanku akan halnya keunikan Pasar Burung Sukahaji, aku penasaran bikin mengunjunginya. Bukan untuk membeli burung, aku saja penasaran sebagai halnya barang apa suasana di sana sebenarnya.
Pasar Kontol Sukahaji terletak di Jalan Atlas, Kota Bandung.

Di sini, cak semau titit-burung seperti mana kenari, anis alai-belai, jalak Bali, merpati,


lovebird

, dan banyak lagi. Rupa-rupa ceceh kerumahtanggaan sangkar menggandeng perhatianku. Kicauannya patut untuk menghibur. Kendati terdengar juga kebisingan suara motor, mobil, dan juga bus yang melintas sekadar merdu kicauannya tetap asyik didengar. Ah, pantas namun orang pelahap ingin berlama-lama di tempat ini.

Suasana riuh-rendah di Pasar Sukahaji

Suasana Pasar Sukahaji/Deffy Ruspiyandy

Di sini pasti saja ramai. Bukan saja dipenuhi orang dewasa, sekadar pula banyak anak-anak asuh. Berderet lagi motor yang diparkir sebatas pinggir jalan. Mungkin, karena pasar ini terletak di lokasi diplomatis ialah berada di perdua-tengah antara halte Leuwipanjang dan gerbang tol Pasirkoja sehingga bis tujuan ke arah Barat seperti Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Bekasi, dan Jakarta hilir mudik melalui pasar yang satu ini.

Bagi tamu yang datang bersumber asing kota, sangat bilang ke kondektur cak bagi turun di Pasar Burung Sukahaji.
Mengademkan diri ke sini, nggak mesti cekuh kocek yang banyak. Kecuali kalau anda adalah peminat butuh, tentu saja harus membawa komisi pas kalau saja tergiur untuk membeli binatang suatu ini. Kalau untukku pribadi, pasti mengunjungi pasar ini adalah pelancongan yang murah meriah serempak kancah untuk cuci netra.

Ragam binatang hingga instrumen, ada semua

Pasar Sukahaji

Pasar Sukahaji/Deffy Ruspiyandy

Selain kalam, di sini terletak bebek, ayam jago, iguana, kelinci, hamster, dan sato peliharaan lain buat diperjualbelikan. Karena itu, yang hinggap ke tempat ini enggak saja pehobi burung tapi lagi mereka yang medium mengejar dabat peliharaan lain.

Menariknya, pasar nan menginjak beroperasi palu tujuh pagi hingga pukul panca sore ini bukan sekedar cak memindahtangankan butuh dan binatang peliharaan semata melainkan juga cak memindahtangankan jenis pakan piaraan, pakan titit seperti kroto dan kroto, setakat segala tipe peralatan nan dibutuhkan bikin memelihara kalam dan unggas suka-suka semuanya. Kalau mau membeli sangkar zakar dengan ukiran menarik, di sini juga ada. Mahal harganya.

Baca :   Cuti Melahirkan Karyawan Kontrak

Keliling Pasar Sukahaji

Pasar Sukahaji

Pasar Sukahaji/Deffy Ruspiyandy

Aku terus keliling berjalan melihat seluruh isi pasar. Cuma semakin turut ke dalam pasar, kutemui banyak kios yang tak terisi dan ditutup pemiliknya karena terlalu menjorok ke dalam. Di jihat lain, di luar sana tambahan pula ruas trotoar pula dimanfaatkan oleh sebagian insan untuk menjual burung-burung yang dipajang dengan sangkarnya.

Siang itu, orang-orang tumplek bintang sartan satu dalam pasar. Tampak pengunjung yang datang lain hanya menunggang motor atau jalan kaki, beberapa kuperhatikan mengendarai oto mewah. Artinya, biar pasar burung ini terlambat tetapi peminatnya tak sesederhana itu.  Transaksi kulak di sini besar perut diwarnai tawar menawar yang pas alot hanya akhirnya ki ajek terjadi tenang dan tenteram antara pemohon dan penjual.

Dari arena tutorial hingga kulineran luang

Pasar Sukahaji

Pasar Sukahaji/Deffy Ruspiyandy

Kulihat sejemang, Pasar Sukahaji  kerap digunakan sebagai area berlatih ceceh merpati. Dari ajang ini, masyarakat seputar mendapatkan lambung adendum dengan berjualan lambung dan minuman kerjakan para pelatih burung ataupun pengunjung yang hanya datang buat sekedar jalan-jalan.

Di sanding pasar, terdapat sentra pabrik tahu Cibuntu. Makara kalau mutakadim cukup waktu berkutat di pasar butuh, selanjutnya bisa jajan tahu.
Harus diakui, pasar ini mengundang rezeki buat siapa-siapa karena kulihat pula potensi ekonominya seperti itu osean makanya bukan heran pasar ini pun dikelola oleh PD Pasar Bandung Bermartabat. Jala-jala uang lelah terus mengiprat tidak terbit sekedar jual beli ceceh alias binatang peliharaan semata tapi sekali lagi penjualan pakan, sangkar dan instrumen-perabot kebutuhan bikin dabat ternak.

Sesederhana itu, tapi begitu menghela untukku  cak agar aku tidak seorang yang menggemari burung. Ah, satu jam berkeliling pasar rasanya senang!

Baca :   Christine Panjaitan Burung Burung Putih

Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui

Instagram

dan

Facebook Fanpage

TelusuRI.

Tertarik buat berbagi cerita? Yuk

bingkis tulisanmu
.

Deffy Ruspiyandy

Suka jalan-jalan dan kumpul dengan tampin-teman. Notulis kata sandang yang juga senang nulis ide kisah di sebuah televisi swasta.