Lambang Kantor Pos Indonesia

Lambang Kantor Pos Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia nonblok

PT Pos Indonesia (Persero)

Sebelumnya

  • Perusahaan Negara Pos dan Giro (1965–78)
  • Perusahaan Masyarakat Pos dan Giro (1978–95)

Jenis

Perusahaan kongsi (Persero)
Firma negara/Perusahaan mahajana antara 1965 hingga 1995
Pendahulu
  • Jawatan Pos, Telegraf dan Telepon Hindia Belanda (1746-1949)
  • Djawatan Pos, Telegraf dan Telepon Indonesia (1949-1960)
  • Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (1960-1965)
Didirikan 26 Agustus 1746; 275 perian lalu
 (1746-08-26)
[1]
(peresmian kantorpos pertama maka dari itu Gubernur Jenderal VOC, Gustaaf Willem baron van Imhoff) di Batavia, Nusantara VOC
Kantor
gerendel
Graha Pos Indonesia
Urut-urutan Banda 30,

Bandung, Jawa Barat

,

Indonesia

Cabang

4.564 jawatan pos (2017)

Wilayah aksi

Seluruh Indonesia

Penggagas
pusat

Faizal Rochmad Djoemadi
(Direktur Utama)
Jasa Perposan
Jasa keuangan
Ritel
Peruntungan
Pendapatan Penurunan
Rp 4.3 triliun (2017)[2]

Laba ceria

Kenaikan
Rp 445.4 miliar (2017)[2]
Pemilik Pemerintah Indonesia

Karyawan

23.666 (2017)[2]
Anak
usaha
PT Pos Logistik
PT Pos Properti
PT Pos Finansial
Situs web www.posindonesia.co.id

Pos Indonesia
adalah sebuah Jasad Operasi Milik Negara (BUMN) Indonesia nan bergerak di bidang layanan pos. Ketika ini, bentuk fisik usaha Pos Indonesia merupakan Perseroan Abnormal dan majuh disebut dengan PT. Pos Indonesia. Bentuk usaha Pos Indonesia ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1995. Peraturan Pemerintah tersebut sakti mengenai pengalihan bentuk awal Pos Indonesia nan berupa perusahaan umum (perum) menjadi sebuah perusahaan persero.

Berdiri sreg tahun 1746, saham Pos Indonesia sepenuhnya dimiliki maka itu Pemerintah Indonesia. Ketika ini Pos Indonesia tidak sahaja melayani jasa pos dan kurir, semata-mata juga jasa keuangan, ritel, dan peruntungan, yang didukung oleh titik jaringan sebanyak lebih berpangkal 4.000 jawatan pos dan 28.000 Badal Pos yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pelayanan

[sunting
|
sunting sumber]

Mobil pos keliling Pos Indonesia

Dalam melaksanakan peladenan pos di Indonesia, Pos Indonesia membagi wilayah negara Indonesia sebelas kawasan atau divisi regional dalam pengoperasiannya. Penjatahan divisi-divisi tersebut mencakup semua provinsi yang cak semau di Indonesia, yang terbagi menjadi 219 Kantor Pos Pengkaji (KPRK) keberagaman A-E. Setiap divisi meliputi satu atau beberapa kawasan yang menjadi putaran terbit divisi tersebut. Divisi-divisi tersebut yaitu umpama berikut:[3]

  1. Regional I Ki akal Medan (meliputi Provinsi Aceh dan Sumatra Utara)
  2. Regional II Resep Padang (meliputi Kawasan Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatra Barat)
  3. Regional III Sentral Palembang (menutupi Provinsi Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatra Kidul, dan Kepulauan Bangka Belitung)
  4. Regional IV Pusat Jakarta (membentangi kawasan D. K. I. Jakarta dan sebagian Jawa Barat)
  5. Regional V Pusat Bandung (meliputi sebagian Provinsi Jawa Barat dan Banten)
  6. Regional VI Siasat Semarang (membentangi Provinsi Jawa Tengah dan D. I. Yogyakarta)
  7. Regional VII Pusat Surabaya (meliputi Kawasan Jawa Timur)
  8. Regional VIII Anak kunci Denpasar (menutupi Area Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur)
  9. Regional IX Kancing Banjarbaru (meliputi Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Kalimantan Daksina)
  10. Regional X Kunci Makassar (menghampari Provinsi Gorontalo, Sulawesi Paksina, Sulawesi Perdua, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Daksina, Maluku dan Maluku Lor)
  11. Regional XI Pusat Jayapura (menutupi Provinsi Papua Barat, dan Papua).

Ekspansi wilayah pelayanan Pos Indonesia tidak doang meliputi wilayah Indonesia saja, tetapi lagi sudah lalu menutupi dunia internasional. Pelayanan kerumahtanggaan nisbah internasional ini memungkinkan Pos Indonesia untuk melaksanakan riuk satu tujuannya bakal bisa
go international. Ekspansi area pelayanan Pos Indonesia ini dilakukan dengan menyirat kerja sama dengan badan-badan usaha di negara lain yang berskala sejagat, seperti Western Union.

Andil Pos Indonesia dalam melayani pelanggannya, baik di rasio nasional ataupun internasional, tak terbatas hanya kerumahtanggaan dunia perposan, cuma juga privat marcapada moneter. Kemudahan transfer uang melalui Pos Indonesia bisa dinikmati oleh para pelanggannya. Kemudahan pembayaran tagihan listrik, air, dan telepon kembali bisa dinikmati di kantor-jawatan Pos Indonesia. Berbagai ragam kemudahan yang ditawarkan n domestik pelayanan Pos Indonesia terhadap pelanggannya merupakan suatu strategi yang diambil oleh Pos Indonesia buat memenuhi kebutuhan pelanggannya.

Pada 5 Juni 2021, Direktur Niaga Kurir dan Logistik Pos Indonesia Siti Choiriana mengumumkan bahwa Pos Indonesia berangkat beroperasi penuh 24 jam tanpa adanya tahun kelepasan pada awal Juni 2021. Hal ini dilakukan guna menetapi aplikasi kebutuhan logistik nan semakin meningkat, khusunya pada hari-periode kelepasan akibat berkembangnya perdagangan elektronik di Indonesia.[4]
[5]

Sejarah

[sunting
|
sunting sendang]

Marcapada perposan modern unjuk di Indonesia sejak tahun 1602 plong momen VOC memecahkan marcapada nusantara ini. Kapan itu, wasilah pos doang dilakukan di ii kabupaten-kota tertentu yang berada di Pulau Jawa dan asing Pulau Jawa. Surat-surat alias cangkang-paket pos tetapi diletakkan di Stadsherbrg maupun Bangunan Penginapan Kota sehingga orang-anak adam harus selalu mengecek apakah cak semau surat atau paket untuknya di internal konstruksi itu. Bikin meningkatkan keamanan dokumen-surat dan paket-selongsong pos tersebut, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron van Imhoff mendirikan kantor pos pertama di Indonesia yang terwalak di Batavia (Jakarta). Pos permulaan ini didirikan pada rontok 26 Agustus 1746; tanggal ini ditetapkan perumpamaan hari jadi Pos Indonesia dan menjadikannya perusahaan tertua di Indonesia yang masih beroperasi.

Era kepemimpinan Gubernur Jenderal Daendels di VOC mewujudkan sebuah kejayaan nan cukup berarti di n domestik peladenan pos di nusantara. Kemajuan tersebut berupa pembuatan jalan yang terpancang dari Anyer sampai Panarukan. Jalan sepanjang 1.000 km ini sangat membantu kerumahtanggaan mengacapkan pengantaran surat-surat dan kelongsong-paket antarkota di Pulau Jawa. Kronologi yang dibuat dengan metode rodi (kerja raya) ini dikenal dengan nama Groote Postweg (Kronologi Raya Pos). Dengan adanya jalan ini, pertualangan antara Provinsi Jawa Barat sebatas Provinsi Jawa Timur, nan awalnya bisa memakan perian puluhan hari, bisa ditempuh dalam paser perian kurang berbunga seminggu.

Arus perkembangan teknologi telepon dan telegraf nan turut ke Indonesia lagi mengubah sistem pelayanan pos di Indonesia. Pada masa 1906, pos di Indonesia pun akhirnya berubah menjadi Posts Telegraafend Telefoon Dienst atau Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT). Layanan pos yang awalnya berfokus di Welrevender (Gambir) kembali berpindah ke Maktab Pekerjaan Publik atau Burgerlijke Openbare Werker (BOW) di Bandung pada waktu 1923. Puas saat pendudukan Jepang di Indonesia, Jawatan PTT dikuasai oleh militer Jepang. Laskar Mulai dewasa PTT (AMPTT) mengambil alih kekuasaan Biro PTT tersebut dan kemudian secara absah berubah menjadi Biro PTT Republik Indonesia. Keadaan tersebut terjadi pada copot 27 September 1945. Waktu itu pun diperingati laksana Hari Bakti PTT atau Hari Bakti Parpostel.

Pas banyak transisi privat sistem Pos Indonesia sendiri. Pergantian tersebut terlihat dari bentuk raga usaha nan dimiliki maka dari itu Pos Indonesia secara terus-menerus dari tahun ke tahun. Lega waktu 1961, Pos Indonesia resmi mejadi perusahaan negara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 240 Tahun 1961. Statuta tersebut menamakan bahwa Jawatan PTT itu kemudian berubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Selepas menjadi perusahaan negara, Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel) mengalami pemisahan menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) dan Firma Negara Telekomunikasi. Hal ini bertujuan bakal hingga ke perkembangan yang lebih luas juga berbunga per badan usaha hak negara (BUMN) ini. Separasi PN Postel menjadi PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi ini punya legalitas hukum melampaui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1965 dan Statuta Pemerintah Nomor 30 Tahun 1965.

Pemerintah mengasingkan Kanun Pemerintah Nomor 9 Tahun 1978 dikeluarkan bikin mengubah sekali lagi bentuk jasmani usaha berpunca pelayanan pos di Indonesia ini (melintasi PN Pos dan Giro). Dengan dikeluarkannya kanun tersebut, Firma Negara Pos dan Giro berubah menjadi Firma Umum Pos dan Giro (Perum Pos dan Giro). Hal ini berujud untuk semakin mempermudah keleluasaan pelayanan pos bagi umum Indonesia. Perubahan buram gerakan dari sebuah perusahaan negara menjadi perusahaan umum ini pun disempurnakan kembali supaya bisa mengikuti iklim usaha nan menengah berkembang melintasi keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Masa 1984 mengenai tata cara pembinaan dan penapisan. Setelah beberapa tahun memberikan pelayanan dengan statusnya sebagai perusahaan umum, Pos Indonesia mengalami transisi status atau bentuk usaha lagi. Dengan dikeluarkannya Statuta Pemerintah Nomor 5 Tahun 1995, Perum Pos dan Giro berubah menjadi PT Pos Indonesia (Persero). Hal ini bertujuan bikin mengasihkan fleksibilitas dan kedinamisan kerjakan PT Pos Indonesia (Persero) sehingga bisa kian baik n domestik meladeni publik dan menghadapi perkembangan dunia menggandar yang semakin ketat persaingannya.

Daftar direktur

[sunting
|
sunting sumber]

  • Romli, Direktur Pos waktu 1964-1965
  • Oesadi, SH, Direktur Pos periode 1965-1968
  • R.Adiwinata, Bc.AP, Direktur Utama PN Pos dan Giro 1968-1971
  • R. Soebagjo, Bc.AP, Direktur Terdahulu PN Pos dan Giro periode 1971-1977.
  • Moeljoto, Bc.AP, Direktur Terdahulu Perum Pos dan Giro periode 1977-1986
  • Ir. Marsoedi, Bc.AP, Direktur Terdahulu Perum Pos dan Giro tahun 1986-1994
  • Ir. Cahyana Ahmadjayadi, Direktur Utama PT.Pos Indonesia tahun 1994-1999
  • Alinafiah, MBA, Direktur Utama PT.Pos Indonesia periode 1999-2004
  • Drs. Hana Suryana MM, Direktur Utama PT.Pos Indonesia periode 2004-2009
  • I Ketut Mardjana, Direktur Utama PT.Pos Indonesia perian 2009-2013.
  • Budi Setiawan, Direktur Utama PT.Pos Indonesia hari 2013-2015
  • Gilarsi Wahju Setijono, Direktur Terdahulu PT.Pos Indonesia periode 2015-2020.
  • Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Utama periode PT.Pos Indonesia 2020 – sebatas saat ini.

Transformasi bisnis

[sunting
|
sunting sumber]

Bisnis surat pos lega masa 2000-2008 mengalami penurunan drastis. Munculnya layanan wanti-wanti pendek dan internet menginjak menggantikan peran Pos Indonesia.[6]
Hal ini menyebabkan Pos Indonesia mengalami kegeruhan setiap tahun. Pada tahun 2004-2008, Pos Indonesia merugi sebatas 606,5 miliar.[7]
Belaka, Pos Indonesia mulai berubah pasca- adanya liberalisasi menggalas pos melalui UU N0. 38 Musim 2009 akan halnya pos. Transformasi bisnis lagi dilakukan dengan menjadikan dirinya sebagai firma indung dengan membentuk enam anak asuh firma, merevitalisasi bisnis inti dan mengembangkan jual beli baru. Pos Indonesia menginjak masuk ke bisnis ritel, properti dan asuransi. Selain itu, sejak 2013 juga melayani jasa tata dan penyewaan perkantoran serta ira MICE
(meeting, incentive, convention, exhibition).

Anak perusahaan Pos Indonesia:[7]

  • PT Pos Logistik Indonesia: layanan logistik
  • PT Pos Properti: layanan komersial di meres properti
  • PT Pos Finansial Indonesia: layanan fintech untuk kelas sedang dan Pekerja Migran Indonesia (PMI)
  • Yayasan Pendidikan Bhakti Pos indonesia

Upaya Pos Indonesia intern mengerjakan transformasi pun didukung oleh panca Fisik Usaha Properti Negara (BUMN), merupakan Bank Mandiri, PT Bio Farma, PT Kimia Farma, PT Telkom dan PT Pertamina.[6]

Pos Indonesia meluncurkan GaleriPos.com pada 14 Desember 2013.
E-Commerce
Clearing House Pos Indonesia yakni layanan
e-commerce
yang dibangun dengan mengintegrasikan tiga pilar terdahulu kerumahtanggaan komersial e-commerce yaitue-marketplace, online payment dan shipping/delivery.



[sunting
|
sunting perigi]

Dagangan dan jasa

[sunting
|
sunting sumber]

Secara umum, Pos Indonesia membagi radius bisnisnya menjadi dua, yakni Bisnis Surat Paket (BSP) dan Jasa Finansial (Jaskug).

  • Niaga Surat Buntelan dan Logistik
    • Pos Domestik
      • Pos Express
      • Pos Pendar Unik
      • Paket Pos Jumbo
      • Paket Pos Biasa
      • Kargo Ritel (Udara, Darat)
    • Pos Internasional
      • Express Mail Service (EMS)
      • Paket Cepat Dunia semesta
      • Pos Ekspor
      • Pos Tercatat Internasional
      • Sampul Biasa Dunia semesta
      • Pos Awan Alam semesta
    • Logistik
      • Integrasi Logistik
  • Bisnis Jasa Keuangan
    • Pospay
    • Weselpos (Instan, Prima, Cash to Account, Western Union)
    • Giro Pos
    • Fund Distribution
    • Bank Channeling

Rencana bisnis

[sunting
|
sunting sumber]

PT Pos Indonesia (Persero) dan DHL Express Indonesia memanjangkan kooperasi Express Mail Service (EMS) ke asing provinsi yang berujud buat mendukung usaha mikro, kerdil, dan medium (UMKM) di Indonesia serta meningkatkan dan menyunting akses jaringan mendunia hendaknya lebih efektif dan efiesien.[8]

PT Pos Indonesia (Persero) meneken perjanjian kerja setimpal dengan GD Express Carrier Berhard, sebuah perusahaan kurir swasta terbesar nomor dua di Malaysia pasca- Pos Malaysia. Kolaborasi ini dilakukan buat menyinergikan kurir swasta terbesar di Malaysia dengan faedah jaringan nasional nan dimiliki Pos Indonesia.

Bagi Pos Indonesia, partisipasi ini akan meningkatkan waktu pengiriman di negara tujuan dari sebelumnya H+1 s/d H+5, menjadi maksimal H+2. Keuntungan lainnya, berupa akal masuk pasar nan lebih luas di Malaysia. Tentatif itu bakal GD Express Carrier Berhard, kerja sama ini penting dalam membuka akses pasar pengiriman express delivery. Kerja sebagaimana Pos Indonesia dinilai silam politis bagi GD Express, karena bisa memperluas pasar express delivery ke Indonesia.[9]

Fisik Ekonomi Produktif (BeKraf) siap menggandeng PT Pos Indonesia, seumpama layanan logistik bisnis e-commerce nantinya. Peristiwa ini masuk dalam roadmap e-commerce yang tengah digodok maka itu BeKraf. Revitalisasi PT Pos Indonesia menjadi logistik dapat dimanfaatkan bak penunjang ekspedisi hasil transaksi jual beli on-line yang telah dilakukan.[10]

PT Pos Indonesia (Persero) menandatangani nota kesepahaman bersama 12 BUMN bakal menjalankan Sistem Logistik Nasional (Silognas) secara bertambah mulus (seamless logistic). PT Pos berada privat posisi laksana fasilitator bakal terbangunnya seamless logistic. Melalui nota kesepahaman ini, cak semau sejumlah hal nan ingin dicapai. Pertama, sinergi BUMN ini diharapkan dapat memangkalkan biaya logistik kebangsaan yang detik ini mewah di kisaran 27 uang jasa. Kedua, adalah buat menyurutkan disparitas harga komoditas antara wilayah urban dan rural. Ketiga, adalah untuk memfasilitasi sebagai proses backbone-nya sistem perdagangan secara elektronik (e-commerce). Keempat, juga merupakan bentuk keinginan untuk pemberdayaan dan memfasilitasi UMKM seharusnya bisa lebih kompetitif.

Penandatangan MoU ini dilakukan makanya Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi W. Setijono bersama pimpinan 12 BUMN yakni Direktur Terdepan PT Angkasa Jala-jala I Sulistyo Wimbo S. Hardjito, Direktur Terdepan PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Plt Direktur Utama DAMRI Sarmadi Usman, Direktur Utama PT Djakarta Lloyd Arham Sakir Torik, Direktur Penting PT Pelabuhan Indonesia I Bambang Eka Cahyana, Plt Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Dede R. Martin, Direktur Utama PT Bandar Indonesia III Djarwo Surjanto, Direktur SDM Publik PT Pelabuhan Indonesia IV Niken Probowati, Direktur Utama PT Pelni Elfien Goentoro, Direktur Utama PT ASDP Danang S. Baskoro, dan Direktur Ekspansi Niaga Pengkhususan dan Teknologi PT Pembangunan Perumahan Lukman Hidayat.[11]

Penghargaan

[sunting
|
sunting perigi]

PT Pos Indonesia Meraih penghargaan dalam kategori The Best GRC For Corporate Governance & Compliance 2022 dalam palagan GRC & Performance Excellence Award 2022.[12]
[13]

Bacaan

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “Hari Jadi Pos Indonesia”. Diarsipkan bermula versi kudus tanggal 2015-01-22. Diakses terlepas
    2015-01-22
    .




  2. ^


    a




    b




    c




    Pos Indonesia (23 March 2019). “Annual Report 2017 PT Pos Indonesia (Persero)”
    (PDF).
    posindonesia.co.id. Diarsipkan dari versi ceria
    (PDF)
    terlepas 2019-03-25. Diakses sungkap
    25 Maret
    2019
    .





  3. ^


    “Salinan arsip”. Diarsipkan dari varian lugu tanggal 2020-05-11. Diakses rontok
    2020-05-16
    .





  4. ^


    Susanti, Reni (5 Juni 2021). Agriesta, Dheri, ed. “Tiba Juni, Maktab Pos Seluruh Indonesia Buka 24 Jam Tanpa Libur”.
    Kompas. Bandung. Diakses sungkap
    7 Juni
    2021
    .





  5. ^


    Hamdani, Trio (5 Juni 2021). “Menginjak Bulan Ini Maktab Pos Buka 24 Jam Tanpa Libur”.
    Ketika. Jakarta. Diakses tanggal
    7 Juni
    2021
    .




  6. ^


    a




    b




    Suhendra. “Tirto.ID – Jernih Mengalir Mencerahkan”.
    tirto.id
    . Diakses sungkap
    2018-07-29
    .




  7. ^


    a




    b




    “Studi Kasus Turn-Around BUMN: PT Pos Indonesia | Marketeers – Majalah Bisnis & Marketing Online – Marketeers.com”.
    marketeers.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses rontok
    2018-07-29
    .





  8. ^


    “PT Pos Indonesia-DHL Express Indonesia Perpanjang Kerja Setolok”.
    Manah Rakyat Online. 21 Januari 2016. Diarsipkan dari versi kudus rontok 2016-01-30. Diakses terlepas
    23 Januari
    2016
    .





  9. ^

    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/03/114548926/Pos.Indonesia.Perkuat.Pasar.ke.Malaysia.

  10. ^

    http://economy.okezone.com/read/2016/03/10/320/1332661/pt-pos-indonesia-siap-ambil-penggalan-kue-e-commerce

  11. ^

    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/02/19/174709026/Muluskan.Silognas.PT.Pos.Indonesia.Gandeng.12.BUMN

  12. ^


    JPNN, Alat angkut (28 Juli 2022). “24 Perusahaan Raih GRC & Performance Excellence Award 2022”.
    JPNN.com
    . Diakses rontok
    28 Juli
    2022
    .





  13. ^


    Genpi, Wahana (28 Juli 2022). “Firma Raih GRC & Performance Excellence Award 2022”.
    Genpi.co
    . Diakses rontok
    28 Juli
    2022
    .




Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]


  • Situs web resmi
  • Pos Indonesia di situs BUMN Diarsipkan 2013-01-04 di Wayback Machine.
  • Pos Indonesia di Facebook
  • Pos Indonesia di Twitter



Lambang Kantor Pos Indonesia

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Pos_Indonesia

Baca :   Manfaat Air Gula Untuk Cucak Ijo

Check Also

Cara Membuat Rak Sepatu Gantung Sendiri

Cara Membuat Rak Sepatu Gantung Sendiri Punya sepatu hingga belasan pasang, tapi nggak mempunyai rak …