Huruf Qalqalah Dan Contohnya

Huruf Qalqalah Dan Contohnya

Jakarta

Hukum teks
tajwid
Al Quran terlazim diketahui semua muslim. Tajwid membantu umat Islam membaca ayat Al Quran dengan benar, sehingga mengimpitkan risiko terjadinya perubahan makna.

Keutamaan membaca Al Quran dengan baik dan benar tercantum dalam firmanNya surat Al Muzzammil ayat 4,

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Arab latin: Au zid ‘alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā

Artinya: Maupun makin pecah seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan

15 syariat tajwid Al Quran dan contohnya dalam manuskrip pendek serta panjang

A. Hukum nun sukun dan tanwin

1. Izhar

Dikutip pecah daya Asal-asal Ilmu Tajwid yang ditulis Dr Marzuki, MAg dan Sun Choirol Ummah, SAg, MSI, izhar yakni mengeluarkan abjad dengan jelas. Aksara izhar tidak perlu dibaca dengan dengung.

Ada 6 lambang bunyi yang terkena hukum izhar saat berlaga nun sukun ( نْ ) atau tanwin ( ـَــًـ , ـِــٍـ , ـُــٌـ ). Huruf tersebut adalah gho (غ), ‘ain (ع), kho (خ), ha (ح ), ha’ (هـ ), dan hamzah (ء).

Contoh izhar:

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ

Arab latin: Mā agnā ‘an-hu (QS Al Lahab ayat 2).

2. Iqlab

Hukum iqlab artinya adalah mengganti suatu lambang bunyi menjadi huruf lain. Dikutip semenjak Panduan Praktis & Lengkap Tahsin, Tajwid, Tahfiz Bikin Pemula karya Raisya Maula Anak laki-laki Rusyd, huruf iqlab doang ba (ب).

Cara mendaras iqlab yaitu mengingkari nun mati atau tanwin, menjadi mim sunyi (مْ) sebelum ba disertai dengung ambigu. Ciri iqlab ialah berusul leter mim kecil di antara huruf mim dan ba.

Abstrak iqlab:

مِنْۢ بَعْدِ

Arab latin: mimm ba’di (QS Al Bayyinah ayat 4).

3. Ikhfa

Ikhfa merupakan ketika nun sukun atau tanwin bersabung 15 huruf hijaiyah, sampai keluar bunyi dengung. Bunyi ikhfa ditahan selama 2-3 ketukan. Ikhfa secara bahasa artinya ondok atau menopengi.

Huruf ikhfa yakni kaf ( ك ), qaf ( ق ), fa’ ( ف ), zha ( ظ ), tha ( ط ), dhad ( ض ), shad ( ص ), syin ( ش ), sin ( س ), za’ ( ز ), dzal ( ذ ), dal ( د ), jim ( ج ), tsa’ ( ث ), dan ta’ ( ت ).

Kamil ikhfa:

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ

Arab latin: Laqad khalaqnal-insāna (QS At Tin ayat 4).

4. Idgham bilaghunnah

Hukum tajwid ini diterapkan saat nun sukun ataupun tanwi bertemu dengan huruf lam (ل) dan ra (ر). Secara bahasa, idgham berarti memasukkan sesuatu kepada yang lain.

Cara baca idgham bigunnah adalah menyesuaikan aksara di depannya, sehingga keduanya terdengar sama. Sama seperti hukum tajwid lain, idgham bilagunnah juga ditemukan dalam arsip sumir.

Contoh idgham bilaghunnah:

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ

Arab latin: Wa lam yakul lahụ (QS Al Ceria ayat 4).

5. Idgham bighunnah

Kaidah baca idham bighunnah seperti mana idgham bilaghunnah. Cuma idgham bighunnah memiliki empat abc adalah ya (ي), nun (ن), mim (م), wawu (و).

Contoh idghan bighunnah:

أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ

Arab latin: Abī lahabiw wa tabb (QS Al Lahab ayat 1).

B. Hukum mim sukun

1. Ikhfa syafawi

Pendidikan Agama Islam dan Karakter Pekerti cak bagi papan bawah VII SMP nan diterbitkan Kementerian Agama menjelaskan, huruf ikhfa syafawi namun ada satu yaitu ba. Tajwid ini dibunyikan dengan bibir terpejam, disertai bunyi samar dan dengungan.

Contoh ikhfa syafawi:

تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ

Arab latin: Tarmīhim biḥijāratim (Al Fil ayat 4).

2. Izhar syafawi

Hukum izhar syafawi berlaku untuk semua huruf hijaiyah saat bertemu mim sukun ( مْ ), kecuali mim dan ba. Cara baca izhar syafawi yaitu menyuarakan mim mati dengan jelas di bibir serta tuturan terpejam.

Cermin izhar syafawi:

أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

Arab latin: An’amta ‘alaihim (Al Fatihah ayat 7).

3. Idgham mimi

Hukum tajwid ini dikenal lagi dengan keunggulan idgham mutamasilain. Idgham mimi berlaku detik mim sukun bertemu dengan lambang bunyi mim, nan dibaca dengan bunyi mim rangkap dan berdesing.

Contoh idgham mimi:

ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ

Arab latin: Allażī aṭ’amahum min jụ’iw (QS Quraisy ayat 4).

Daftar hukum tajwid nan tidak klik selanjutnya ya

Simak Video “KuTips: Uang sogok Betah Baca Al-Qur’an Biar Khatam Pas Bulan ampunan!

(row/erd)


Page 2

Jakarta

Hukum referensi
tajwid
Al Quran wajib diketahui semua orang islam. Tajwid membantu umat Islam membaca ayat Al Quran dengan bermartabat, sehingga menekan risiko terjadinya perlintasan makna.

Keutamaan mendaras Al Quran dengan baik dan bermartabat tercantum intern firmanNya dokumen Al Muzzammil ayat 4,

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Arab latin: Au zid ‘alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā

Artinya: Atau kian bermula seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan bertahap

15 syariat tajwid Al Quran dan contohnya dalam kopi pendek serta panjang

A. Syariat nun sukun dan tanwin

1. Izhar

Dikutip dari buku Radiks-asal Ilmu Tajwid nan ditulis Dr Marzuki, MAg dan Sun Choirol Ummah, SAg, MSI, izhar adalah mengeluarkan huruf dengan jelas. Huruf izhar enggak terlazim dibaca dengan dengung.

Ada 6 lambang bunyi yang terkena hukum izhar detik berbenturan nun sukun ( نْ ) alias tanwin ( ـَــًـ , ـِــٍـ , ـُــٌـ ). Huruf tersebut yakni gho (غ), ‘ain (ع), kho (خ), ha (ح ), ha’ (هـ ), dan hamzah (ء).

Kamil izhar:

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ

Arab latin: Mā agnā ‘an-hu (QS Al Lahab ayat 2).

2. Iqlab

Hukum iqlab artinya yaitu mengganti suatu leter menjadi huruf bukan. Dikutip dari Panduan Praktis & Lengkap Tahsin, Tajwid, Tahfiz Kerjakan Pemula karya Raisya Maula Ibnu Rusyd, huruf iqlab hanya ba (ب).

Baca :   Contoh Cv Lamaran Kerja Barista

Mandu membaca iqlab yakni mengubah nun hening atau tanwin, menjadi mim nyenyat (مْ) sebelum ba disertai dengung samar. Ciri iqlab yakni dari huruf mim kecil di antara huruf mim dan ba.

Contoh iqlab:

مِنْۢ بَعْدِ

Arab latin: mimm ba’di (QS Al Bayyinah ayat 4).

3. Ikhfa

Ikhfa yaitu saat nun sukun atau tanwin berbenturan 15 huruf hijaiyah, hingga keluar bunyi dengung. Obstulen ikhfa ditahan selama 2-3 pukulan. Ikhfa secara bahasa artinya menyembunyikan atau menyamarkan.

Huruf ikhfa adalah kaf ( ك ), qaf ( ق ), fa’ ( ف ), zha ( ظ ), tha ( ط ), dhad ( ض ), shad ( ص ), syin ( ش ), sin ( س ), za’ ( ز ), dzal ( ذ ), dal ( د ), jim ( ج ), tsa’ ( ث ), dan ta’ ( ت ).

Contoh ikhfa:

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ

Arab latin: Laqad khalaqnal-insāna (QS At Tin ayat 4).

4. Idgham bilaghunnah

Hukum tajwid ini diterapkan saat nun sukun atau tanwi bersua dengan huruf lam (ل) dan ra (ر). Secara bahasa, idgham signifikan memasukkan sesuatu kepada yang enggak.

Cara baca idgham bigunnah adalah menyesuaikan aksara di depannya, sehingga keduanya terdengar setara. Setinggi seperti syariat tajwid tidak, idgham bilagunnah juga ditemukan dalam pertinggal pendek.

Lengkap idgham bilaghunnah:

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ

Arab latin: Wa lam yakul lahụ (QS Al Zakiah ayat 4).

5. Idgham bighunnah

Cara baca idham bighunnah sama dengan idgham bilaghunnah. Namun idgham bighunnah n kepunyaan empat huruf yaitu ya (ي), nun (ن), mim (م), wawu (و).

Contoh idghan bighunnah:

أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ

Arab latin: Abī lahabiw wa tabb (QS Al Lahab ayat 1).

B. Hukum mim sukun

1. Ikhfa syafawi

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti cak bagi kelas VII SMP yang diterbitkan Kementerian Agama mengklarifikasi, lambang bunyi ikhfa syafawi cuma terserah suatu yakni ba. Tajwid ini dibunyikan dengan bibir terkatup, disertai bunyi samar dan dengungan.

Abstrak ikhfa syafawi:

تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ

Arab latin: Tarmīhim biḥijāratim (Al Fil ayat 4).

2. Izhar syafawi

Hukum izhar syafawi berlaku untuk semua huruf hijaiyah saat bertemu mim sukun ( مْ ), kecuali mim dan ba. Prinsip baca izhar syafawi ialah melantunkan mim lengang dengan jelas di bibir serta mulut tertutup.

Paradigma izhar syafawi:

أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

Arab latin: An’amta ‘alaihim (Al Fatihah ayat 7).

3. Idgham belangkas

Hukum tajwid ini dikenal juga dengan stempel idgham mutamasilain. Idgham mimi berlaku saat mim sukun bertemu dengan fonem mim, yang dibaca dengan bunyi mim rangkap dan menggema.

Contoh idgham belangkas:

ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ

Arab latin: Allażī aṭ’amahum min jụ’iw (QS Quraisy ayat 4).

Daftar syariat tajwid nan lain klik seterusnya ya

Simak Video “KuTips: Uang sogok Betah Baca Al-Qur’an Meski Khatam Memadai Ramadan!

[Gambas:Video 20detik]

Muslim perlu memelajari imu tajwid sebaiknya boleh membaca Kitab Murni Alquran dengan baik dan ter-hormat. (Foto: AFP)

Kastolani
Jumat, 11 Desember 2020 – 00:15:00 WIB

JAKARTA, iNews.id
– Hukum wacana tajwid penting diketahui Muslim dalam membaca Alquran. Sebab, mendaras Alquran  harus benar dan tartil serta tahu makhrojul khuruf maupun kapan harus berhenti dan lanjut. Salah suatu upaya seharusnya bisa mengaji Alquran dengan baik dan tartil adalah berlatih mantra tajwid yakni hobatan yang mempelajari tentang mandu penuturan dan pelafalan Alquran.
Allah SWT merenjeng lidah:

اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ

Artinya: Alias makin dari seperdua itu, Dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Kopi Al Muzzamil: 4)

Ibnu Katsir membersihkan maksud ayat tersebut di atas adalah bacalah Alquran dengan tartil (perlahan-tanah) karena sesungguhnya bacaan seperti ini membantu untuk memahami dan merenungkan makna yang dibaca, dan memang demikianlah bacaan yang dilakukan oleh Utusan tuhan Muhammad SAW Sehingga Siti Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan bahwa Nabi SAW bila membaca Alquran yaitu berantara sehingga bacaan beliau terasa paling Iama dibandingkan dengan orang Tak.

Di intern kitab Sahih Bukhari disebutkan melalui sahabat Anas ra, bahwa ia pernah ditanya tentang bacaan yang dilakukan maka dari itu Rasulullah Saw. Maka ia menjawab, bahwa bacaan Alquran yang dilakukan maka dari itu beliau tangga.

Intern ilmu tajwid suka-suka beberapa hukum bacaan tajwid yakni hukum bacaan nun mati alias tanwin dan hukum wacana mim sunyi.

Syariat bacaan nun sirep bertemu suatu huruf. Syariat ini di bagi privat beberapa kategori dikutip bermula ilmutajwid.id:

1. Idzhar Halqi

Idzhar Halqi merupakan salah satu cabang /bagian dari Hukum Izhar yang terwalak dalam Ilmu Tajwid. Idzhar mempunyai makna terang atau jelas. Disebut Izhar Halqi hal ini disebabkan oleh makhraj berpangkal huruf-huruf tersebut keluarnya dari dalam tenggorakan (halq).

Hukum Idzhar Halqi ini berperan bila terdapat Nun Sukun ( نْ ) ataupun juga  tanwin (dhomah tanwin (ــٌـ), kasroh tanwin (ــٍــ) dan fathah tanwin (ــًـ)/ sesudahnya  bertumbuk dengan huruf-leter  = Alif (ا), ‘Netra (ع), Ghain (غ), Ha (ح), Kha (خ), Ha’ ( ﮬ)  dan Hamzah  ( ء ) , akan tetapi nun mati ( نْ ) maupun pun tanwin   ــًــ, ــٍــ, ــٌــ  jarang sekali ketemu dengan huruf hijaiyzah Hamzah ( ء ), namun lambang bunyi Hamzah ini merupakan salah satu bagian dari huruf Idzhar Halqi.

Cara mendaras Idzhar Halqi  ialah wajib  kilap/jelas, dan lain bisa dengan berdengung.

Eksemplar Idzhar Halqi dalam Al Qur’an Buat Huruf Alif

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ = waminng syarri ghoosiqin idzaa waqoba
Konseptual di atas terwalak intern Al Qur’an surat Al ‘Falaq ayat yang ke-3, ialah kasroh tanwin dan cak bertemu dengan huruf alif (hamzah), cara membacanya merupakan terang /jelas yaitu qin (ghoo siqin idzaa).

Baca :   Kata Mutiara Untuk Sahabat Dalam Bahasa Inggris

2. Idgham Bighunnah

Syariat Idgham Bighunnah dan ini sering sekali disebut dengan Idgham Ma’al Ghunnah yaitu satu syariat tajwid yang berlaku ketika suka-suka Nun mati / nun disukun [نْ ] atau  tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) yang bertemu dengan aksara Mim [م], Nun [ن], Waw [و], dan huruf Ya [ي] dan tidak dalam satu kata / kalimat atau harus secara terpisah.

Bi berarti dengan. Ghunnah berarti  dengung dan Idgham maknanya adalah meleburkan satu huruf yang berada di depan ke kerumahtanggaan huruf yang ada sesudahnya, ataupun bisa dikatakan dengan bahaa Arab adalah di-tasydid-centung.

Cara membaca berasal Idgham Bighunnah yakni dengan kaidah meleburkan نْ  [nunt mati ] ataupun tanwin, baik itu dhommah tanwin [ــٌــ], kasroh tanwin [ــٍــ],  ataupun fathah tanwin [ــًــ] menjadi suara miring leter yang ada di depannya mim [م], nun [ن], waw[و] dan ya [ي], ataupun dari keempat huruf tersebut seolah-olah seperti mana diberi logo tasydid, dan diiring dengan memperalat kritik yang berdengung 1 Alif – 1 1/2 Alif atau sekeliling 2 sampai 3 harakat.

Transendental  Hukum Idgham Bighunnah (Ma’al ghunnah)

a.  Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bertumbuk Ya [ي]

لِمَنْ يَرَى  : Coretan aslinya ialah liman yaraa, dan dibacanya ialah limayyaraa

اَنْ يَتُوْبُ : catatan aslinya an yatuuba dan dibacanya yakni ayyatuuba

b. Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bertemu waw [و]

مِنْ وَرَائِهِمْ : Tulisan aslinya yakni man waraa ihim, dan dibacanya adalah mawwaraa ihim

c. Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bersabung mim [م]

نَكُنْ مَعَكًمْ : Garitan aslinya adalah nakun ma‘akum, dan dibacanya adalah nakumma‘akum

3. Idgham bilaghunnah

Syariat Idgham Bilaghunnah adalah suatu hukum tajwid nan terjadi ketika ada Nun Sukun ( نْ ) atau juga tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) yang ketemu dengan huruf hijaiyah lam ( ل ) alias huruf hijaiyah Ro ( ر ), dan dibaca dengan tak menggunakan suara nan berdengung

Bila maknanya merupakan dengan tidak [tanpa]. Ghunnah maknanya adalah   berdengung.
Provisional itu Idgham maknanya yakni meleburkan / menggabungkan satu huruf hijaiyah ke dalam huruf hijaiyah sesudahnya, atau bisa dikatakan dengan istilah di-tasydid-cerek.

Kaidah membacanya yaitu dengan mandu meleburkan huruf hijaiyah  نْ  atau tanwin [ ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ] tersebut menjadi celaan huruf hijaiyah sesudahnya yaitu huruf lam /  ل  ataupun huruf ro /  ر, maupun dengan cara lafaz yang kedua huruf hijaiyah tersebut seakan-akan  diberi tanda tasydid, dengan tanpa dikuti dengan kritik berdengung (ghunnah).

Contoh bacaan idgham Bilaghunnah bagi nun mati / tanwin bertemu abc lam

مِنْ لَدُنْكِ : Tulisan aslinya adalah min ladunka, tetapi dibaca milladunka
لَطِيْفٌ لِمَا : Tulisan aslinya adalah lathiifun limaa, tetapi dibaca lathiifullimaa

4. Iqlab

Iqlab yaitu keseleo satu dari hukum tajwid nan terjadi ketika ada huruf Nun Sukun ( نْ ) ataupun lagi  tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) yang cak bertemu dengan huruf hijaiyah Ba ( ب ) . Secara verbatim, Iqlab mempunyai kelebihan mengaplus atau memungkirkan sesuatu berpunca bentuk aslinya.

Cara membaca Iqlab yaitu dengan kaidah menggantikan / mengubah huruf  نْ  maupun tanwin  ــًــ, ــٍــ, ــٌــ jadi suara leter mim sukun  (  مْ ), oleh hasilnya saat nun sepi maupun tanwian akan berpatut fonem ba (ب , maka  bibir atas dan labium bawah tersebut posisinya tertutup, dan juga diiringi dengan celaan dengung rendah lebih 2 harakat.

Hukum Iqlab di dalam Al-Quran, biasanya telah ditandai dengan abjad mim kecil ( م )  – dan huruf tersebut diletakkan di atas – antara نْ atau  ــًــ, ــٍــ, ــٌــ  dengan huruf ب .

Model Hukum Iqlab :
مَنْ بِخَلَ : mambakhila

5. Idzhar Teradat ataupun Mutlak

Idzhar Wajib adalah merupakan salah satu bagian dari Hukum Idzhar yang teradapat dalam mantra tajwid. Bagian ilmu idzhar yang enggak adalah idzhar halqi. Pendirian mendaras dari hukum idzhar ialah terang / jelas dan bukan berdesing.

Dalam Hukum Idghom Bighunnah diterangkan bahwasannya apabila suka-suka Nun Sukun ( نْ ) dan dibelakangnya teradapat huruf ( ي ـ و ـ ن ـ م ) tetapi dalam suatu introduksi (galibnya tersambung), maka harus dibaca terang /jelas dan tidak berdengung, dan ini disebut dengan Idzhar Terbiasa/Idzhar Mutlak.

Kerumahtanggaan Al Qur’an, idzhar wajib / mutlak ada 4 yaitu :

 1. دُنْيَا : dunyaa

2. بُنْيَانٌ : bunyaanun

3. قِنْوَانٌ : qinwaanun

4. صِنْوَانٌ : sinwaanun

6. Idzhar Khalqi

Idzhar Halqi yakni salah satu cabang /bagian dari Hukum Izhar yang terdapat internal Mantra Tajwid. Idzhar mempunyai makna terang atau jelas. Disebut Izhar Halqi situasi ini disebabkan maka dari itu makhraj dari fonem-huruf tersebut keluarnya terbit dalam tenggorakan (halq).

Hukum Idzhar Halqi ini main-main bila terwalak Nun Sukun ( نْ ) ataupun pun  tanwin (dhomah tanwin (ــٌـ), kasroh tanwin (ــٍــ) dan fathah tanwin (ــًـ)/ sesudahnya  bertemu dengan abjad-huruf  = Alif (ا), ‘Mata (ع), Ghain (غ), Ha (ح), Kha (خ), Ha’ ( ﮬ)  dan Hamzah  ( ء ) , akan sekadar nun antap ( نْ ) ataupun juga tanwin   ــًــ, ــٍــ, ــٌــ  jarang sekali ketemu dengan huruf hijaiyzah Hamzah ( ء ), namun leter Hamzah ini merupakan salah satu fragmen berpangkal lambang bunyi Idzhar Halqi.Teoretis  Syariat Izhar Halqi :1.  Nun sunyi (نْ) alias tanwin (ـًــ, ــٍــ, ــٌــ) bersesuai lambang bunyi Alif (ا):

Contohnya : مَنْ اُوْتِيَ = man uutiya

7. Ikhfa’ haqiqi

Ikhfa’ Haqiqi bila dilihat berdasarkan bawah hurufnya [harfiah /etimologi] mempunyai guna menyembunyikan maupun bisa juga berharga menyamarkan.

Di dalam mantra tajwid. apabila terserah Nun disukun ( نْ ) dan juga tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ), baik itu fathah tanwin, kasrah tanwin dan juga dhomah tanwin kemudian dibelakangnya terwalak  abjad hijaiyah yang berjumlah 15 (lima belas) maka hukumnya adalah ikhfa’ haqiqi.  Ikhfa Haqiqi maknanya adalah ki menutupi /menyembunikan aksara Nun Sukun ( نْ ) ataupun juga tanwin (fathah tanwin ( ــٌــ), kasrah tanwin ( ــٍــ), dhomah tanwin ــًــ ) masuk ke n domestik lambang bunyi hijaiyah nan berkecukupan di belakangnya (sesudahnya). Huruf hijaiyah tersebut terserah 15 abjad  di pangkal ini, yaitu :

Baca :   Surat Lamaran Kerja Dan Riwayat Hidup

ت – ث – د – ذ – ز – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ف – ق – ك.

Ke-15 huruf hijiayiah di atas tersebut tidak mengandung tasydid dan kita harus membacanya dengan dengung [ghunnah].

Prinsip membaca ikhfa’ haqiqi adalah dengan cara  melepaskan suara نْ atau ــًــ, ــٍــ, ــٌــ dari internal rongga hidung sampai dengan kelihatan samar alias dapat lagi menjadi suara “NG” alias “N” , sesudah itu disambut dengan dengung sepanjang 1 – 1 1/2 Alif maupun bisa kurang makin  2 – 3 harakat, kemudian sesudah itu barulah  masuk untuk membaca fonem sesudah nun mati maupun tanwin tersebut.

Sebagai teladan :مِن دُونِهِمَا : Minnnn . . duunihimaa alias Minnnngduunihimaa

 ت – مِنْ تَحْتِهَا = Minngtahtihaa

Syariat bacaan mim mati

Selain itu, suka-suka lagi hukum bacaan yang didasarkan pada pertemuan mim mati dengan aksara tertentu di antaranya adalah sebagai berikut.

8. Idzhar Syafawi

Idzhar Syafawi merupakan bagian dari guna-guna tajwid yang terjadi ketika fonem hijaiyah Mim Sukun ( مْ ) ketemu dengan seluruh aksara hijaiyah, selain abc hijaiyah Mim dan huruf hijaiyah Ba.
Idzhar berarti terang [jelas] alias tak berdengung. Syafawi berarti bibir; sebab huruf hijaiyah Mim makhrajul hurufnya ialah bertemunya bibir di adegan bawah dan labium di bagian atas.

N domestik istilah yang ada di n domestik aji-aji tajwid, Idzhar Syafawi yaitu melafalkan abjad-lambang bunyi hijiayah nan cak bertemu dengan huruf Mim Sukun dengan terang dan jelas, dan ini tak disertai dengan berdengung [ghunnah]. Dan kerumahtanggaan  Idzhar Syafawi bisa terjadi dalam satu kalimat [kata], maupun di asing kalimat [kata] nan terpisah.

Ideal Idzhar Syafawi

هُمْ نَائِمُوْنَ = hum naaaaaimuuna

قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ = qul na‘am wa antum

9. Ikhfa syafawi

Ikhfa Syafawi yaitu suatu hukum tajwid nan terjadi ketika ada huruf hijaiyah Mim Sukun ( مْ ) ketemu dengan huruf hijaiyah Ba ( ب ) .

Ikhfa’ berarti ondok atau ki menutupi. Syafawi penting labium

Disebut dengan Ikhfa Syafawi sebab makhraj dari huruf hijaiyah Mim dan huruf hijaiyah Ba adalah pertemuan antara bibir bawah dan bibir atas.

Hukum Ikhfa Syafawi ini sangat berbeda dengan hukum Idgham Bighunnah, Iqlab, alias Ghunnah Musyaddadah di huruf hijaiyah Mim – di internal Al-Alquran Al Murah hati – khas buat hukum Ikhfa Syafawi ini tak diberikan tanda tasydid atau tanda nan enggak, setimpal halnya sebagai halnya pada hukum Ikhfa Haqiqi.  Akan sekadar, lega hukum Ikhfa Syafawi ini tetaplah wajib dibaca dengan dengung sekitar 2 – 3 harakat atau 1 1/2 alif, sebab bila syariat Ikhfa Syafawi ini tidak didengungkan, maka hukumnya akan berubah jadi hukum Izhar.

Cara membaca dari hukum Ikhfa Syafawi yaitu dengan membaca lebih dulu HURUF HIJIAYAH sebelum mim sukun, setelah itu masuk ke dalam huruf Mim Sukun dengan cara membedakan nada dengungnya hukum berbunga ikhfa Syafawi [yaitu dengan cara menahan lambang bunyi hijaiyah mim secara samar-taksa]; “immng.. / ummmng.. / ammmng… ” sehingga ketika akan ketemu dengan lambang bunyi hijaiyah ب maka bibir atas dan labium sumber akar kerumahtanggaan posisi yang terlayang.

اِنَهُمْ بِدَالِكَ = innahummng bidzaalika

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ = tarmiihimmmng bihijaarotin

10. Idgham Mitslain alias Idgham Mimi

Idgham Mitslain alias Idgham Mimi merupakan syariat tajwid yang terjadi spesifik bagi leter hijaiyah Mim Sukun ( مْ ) ketemu dengan huruf hijaiyah Mim yang mempunyai harakat [ مَ  مِ , مُ ]. Disebut dengan Mitslain sebab terjadinya sebiaj pertemuan dua lambang bunyi hijaiyah yang makhraj dan pun sifatnya adalah sejajar persis [identik], tetapi tersendiri bagi aksara hijaiyah Mim Sukun yang ketemu huruf Mim yang n kepunyaan harakat.  Dan selain pecah fonem hijaiyah Mim tersebut di atas, maka hukum nan main-main cak bagi pertemuan 2 [dua] lambang bunyi yang separas yaitu aksara sukun dan huruf berharakat adalah Syariat Mad Tamkin dan Hukum Idgham Mutamasilain.

Dinamai dengan Idgham sebab cara cak bagi membacanya yaitu dengan cara meleburkan [menggabungkan] satu leter hijaiyah ke dalam abjad hijaiyah sesudahnya, atau istlah lainnya adalah dengan di-tasydid-ketel.
Hukum berpangkal Idgham Mitslain yaitu dibaca dengan mendengung [makhraj huruf hijaiyah mim-nya jelas dan mengombak] kurang lebih sekitar 2 – 3 harakat [1 Alif setakat 1 1/2 alif]

Di dalam Al-Quran Al Kariim ayat yang mengandung hukum Idgham Mitslain mutakadim terserah tera tasydidnya. Tasydid Idgham Mitslain merupakan Tasydid Hukum, adalah sebuah tanda tasydid yang ada dan diberikan sebab terjadinya satu hukum peleburan alias pertemuan.

Contoh Idgham Mitslain atau Idgham Mimi
لَهُمْ مَايَتَقُوْنَ = lahummmmaa yattaquuna

هُمْ مَااِنْفَقُوْا = hummmmaa infaquu

11. Qalqalah

Qalqalah adalah hukum bacaan tajwid, apabila huruf ba (ب), jim (ج), dal (د), ta (ط), dan qaf (ق)  maupun dapat disingkat ‘baju di toko’ mendapat sukun di perdua kalimat atau wakaf di akhir kalimat.Kaidah membaca Qalqalah merupakan memantul.
Hukum pustaka qalqalah terdiri mulai sejak dua variasi, yaitu qalqalah sugra dan kubra.

Qalqalah Sugra adalah setiap huruf qalqalah yang mendapat sukun di paruh alas kata.
Qalqalah Kubro ialah setiap huruf qalqalah nan berada di akhir kalimat karena mendapat wakaf.

Editor : Kastolani Marzuki

TAG : alquran Mantra tajwid Hukum Bacaan Tajwid Nabi

Kalimat yang bergaris bawah berikut اِلَّاابْتِغَآءَ adalah contoh hukum bacaan

Huruf Qalqalah Dan Contohnya

Source: https://berikutyang.com/kalimat-yang-bergaris-bawah-berikut-alaabtghaaa-adalah-contoh-hukum-bacaan

Check Also

Ucapan Wedding Dalam Bahasa Inggris

forumbolt.com – Ucapan Wedding Dalam Bahasa Inggris Bola.com, Jakarta – Pernikahan dianggap sebagai masa di …